Charity Untuk Penderita Lupus; Beramal atau Beli Voucher?

charity1

Sebelumnya, entry ini ditulis semata untuk meningkatkan awareness saja dan bukan untuk menjelekkan suatu lembaga tertentu. Soalnya kejadian seperti ini sudah dialami banyak orang dan ada baiknya dikupas di sini, mengingat penyakit lupus adalah topik yang cukup serius dan tidak sedikit orang yang ingin membantu penderitanya.

Anda tentunya sering menghabiskan sedikit waktu anda di mall. Entah untuk makan atau berbelanja. Biasanya, para pengumpul dana amal untuk penyakit lupus ini akan menghampiri anda di food court atau restoran-restoran yang tempatnya tidak terlalu tertutup (misalnya booth tong tji, cha time dan lain-lain). Kedua orang ini biasanya berpasangan pria-wanita. Mereka kemudian akan memperkenalkan diri dan minta izin untuk di depan anda. Lalu mulailah mereka menjelaskan program dan tujuan mereka menghampiri anda.

Mereka memulai dengan statistik penderita penyakit lupus di Indonesia kemudian lembaga yang menaungi mereka. Setelah itu, tadaaa… buku voucher yang jika anda beli sama saja dengan menyumbang untuk para penderita penyakit lupus di Indonesia. Jadi dengan menyumbang, anda bisa mendapat diskon melalui voucher yang anda beli.

charity2

Tidak ada yang salah dengan ini semua kan?

Kecuali kalau kedua orang ini adalah mahasiswa luar kota atau luar pulau yang ketika dimintai identitas atau kartu mahasiswanya malah berkelit dengan alasan kalau berkas yang diminta ditahan sama lembaganya. Belum lagi penjelasan yang alih-alih terfokus dengan penyakit lupus, mereka malah fokus dengan voucher yang mereka tawarkan.

Satu lagi, kalau anda dengan murah hatinya membeli buku voucher tersebut dengan niat untuk membantu para penderita penyakit lupus, maka siap kecewa. Karena dari semua uang yang anda keluarkan, hanya 10% yang akan disampaikan kepada penderita lupus (entah ini maksudnya 10% dari setiap voucher yang ada di buku atau 10% dari penjualan buku tersebut).

Maka bisa disimpulkan kalau ini bukanlah menyumbang dengan bonus booklet voucher tapi kebalikannya. Banyak orang juga yang mengatakan kalau rata-rata voucher yang ada di buku tersebut tertulis 90% off di tempat-tempat yang aneh. Malah khusus luar kota atau tidak berlaku. Jadi, ada baiknya ketika para sukarelawan-sukarelawati ini menghampiri anda, tolaklah secara halus. Jika niat anda memang ingin membantu penderita penyakit lupus, maka sebaiknya anda langsung menyumbang ke yayasan-yayasan resmi yang bergerak di bidang tersebut. Jangan melalui orang-orang yang bahkan ketika ditanyai kejelasan identitasnya saja malah berkelit.

This post has already been read 303 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *