Herbal Medicine, Berbahayakah?

Herbal Medicine Berbahayakah

Semakin banyak penggunaan herbal medicine di tengah masyarakat karena harga dan persediaannya yang dapat dijangkau. Beberapa hasil penelitian juga mendukung eksistensi herbal medicine. Namun selalu ada pro dan kontra. Bagi pihak yang pro, manfaat-manfaat di ataslah yang mereka agung-agungkan. Bagi pihak yang kontra, ada yang menyangkal hasil penelitian tersebut, bahkan berucap berdasarkan pengalaman pribadi mereka meminum herbal medicine. Akibatnya, terjadi kesimpangsiuran informasi. Manakah yang benar?

herbal medicine
gambar: solopos.com

Aman atau berbahaya?
Jawabannya, tergantung kita mengantisipasinya. Banyak yang meragukan keamanan herbal medicine (obat herbal) karena maraknya pemalsuan. Anda dapat mengantisipasinya dengan membeli obat herbal dengan izin resmi kepada produsen yang anda percayai. Hindari membeli obat pada agen tidak resmi (asongan) karena rawan pemalsuan.

Sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh
Sangat penting untuk mengetahui apa yang akan kita makan atau minum. Maka, anda jangan sungkan menanyakan pada herbalis apa saja yang menjadi komposisi obat herbal yang akan anda konsumsi. Herbal tidak dapat diminum sembarangan karena respon tiap individu dapat berbeda satu dengan yang lainnya. Walau keluhannya sama, belum tentu setiap orang memiliki tingkat kecocokan yang sama dalam mengkonsumsi obat herbal. Contohnya, jati belanda dikenal sebagai pelangsing tubuh yang alami. Namun jati belanda tidak cocok dikonsumsi penderita gangguan lambung karena memiliki efek samping mengiritasi lambung. Begitu pula daun sirsak, yang dapat meningkatkan asam lambung bila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Orang-orang yang tidak mengetahui informasi ini akan langsung menilai jika obat herbal berbahaya dikonsumsi.

Bagaimana cara konsumsinya?
Anda harus memastikan bahwa anda telah membaca instruksi yang tercantum dalam kemasan obat herbal. Sehebat apapun khasiat obat, bila dikonsumsi tidak sesuai dengan anjuran takaran, akan berubah menjadi racun mematikan. Anda juga harus menggali informasi, makanan, minuman, aktivitas dan obat-obat lain apa yang harus anda hindari selama mengkonsumsi obat herbal. Sekali lagi, jangan sungkan menanyakannya kepada herbalis.

Bahaya atau tidaknya obat herbal lebih bergantung kepada perilaku konsumen obat herbal itu sendiri. Seberapa aktifkah anda dalam mencari informasi?

This post has already been read 247 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *