Mengatur Gizi Ibu Menyusui Penderita Penyakit Lupus

Lupus merupakan suatu penyakit autoimun di mana tubuh memproduksi terlalu banyak antibodi yang justru berefek buruk pada kesehatan. Lupus sering juga disebut sebagai kebalikan dari AIDS yang system imunnya rusak karena virus.

Penyebab penyakit lupus belum dapat diketahui secara pasti, namun kebanyakan penyakit ini menyerang wanita berumur 15-50 tahun. Beberapa pakar penyakit menyebutkan bahwa penyakit ini muncul karena faktor genetik yang bercampur dengan lingkungan semisal virus. Dengan jumlah antibodi yang berlebihan, sistem imun tidak hanya membunuh bakteri jahat tetapi juga sistem dan jaringan tubuh seperti kulit, ginjal, dan persendian.

gizi ibu menyusui

Lalu bagaimana pengaruh penyakit ini pada ibu penderita lupus seusai melahirkan? Faktor gizi ibu menyusui memegang peranan penting untuk mengatasi ini.

Ada banyak kesulitan bagi ibu penderita lupus baik ketika hamil atau setelah melahirkan. Ibu hamil penderita lupus mempunyai resiko keguguran hingga resiko bayi lahir cacat atau tidak normal. Oleh karena itu diperlukan pengawasan ketat dari dokter selama kehamilan hingga pertumbuhan bayi awal. Begitu juga dengan ibu menyusui, seusai melahirkan ibu menyusui penderita lupus biasanya akan kesulitan dalam menyusui anaknya. Hal ini dapat disebabkan karena umumnya ibu penderita lupus melahirkan secara prematur. Bayi prematur biasanya tidak cukup mampu untuk menghisap ASI langsung dari puting ibu. Meski demikian, bayi sebaiknya tetap diberikan ASI secara langsung atau melalui ASI yang sudah diperah terlebih dahulu.

Agar tubuh tetap terjaga, gizi ibu menyusui penderita lupus harus tetap diawasi dan dikontrol. Makanan yang harus dikonsumsi tidaklah sembarangan. Ada beberapa makanan yang mengandung zat tertentu yang sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui penderita lupus. Diantaranya adalah makanan berasam amino tinggi, asam arakidonat, dan berkadar garam tinggi.

gizi ibu menyusui

Makanan yang mengandung zat tersebut berpotensi semakin memperburuk efek penyakit lupus. Berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mungkin dapat menjadi solusi penangangan gizi ibu menyusui penderita lupus agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada ibu menyusui dengan penyakit lupus dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang berkalsium tinggi. Makanan dengan kalsium tinggi akan mengurangi resiko efek penyakit lupus yang dapat merusak system persendian. Selain itu gizi ibu menyusui dapat ditambah dengan suplemen vitamin seperti vitamin D untuk tulang, serta vitamin E dan A untuk mengurangi kerusakan sel dan sendi.

This post has already been read 486 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *