Pasien Lupus Harus Hindari Sinar Matahari?

sinar-matahari

Systemic Lupus Erytematosus (SLE) atau yang biasa dikenal sebagai penyakit lupus, merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh/imun manusia. Kondisi tubuh pasien lupus akan menjadi tidak mampu membedakan sel-sel atau jaringan tubuh dengan benda asing atau kuman yang masuk ke dalam tubuh, sehingga sistem imun malah menyerang sel-sel atau jaringan tubuh sendiri.

Alasan Harus Menghindari Sinar Matahari

Dalam kesehariannya, pasien lupus dianjurkan untuk menghindari paparan sinar matahari. Jika mereka terkena paparan sinar matahari langsung, tubuh akan menjadi lebih fotosensitif. Cahaya matahari langsung yang mempengaruhi sistem imun dan kekebalan tubuh ini akan menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah, ruam lebih banyak pada kulit, bahkan nyeri-nyeri.

Lemahnya sistem kekebalan tubuh pada pasien lupus, akan menyebabkan sinar UV dari sinar matahari menjadi lebih mudah untuk mematikan sel-sel kulit lebih banyak. Hal inilah yang lama kelamaan akan menyebabkan peradangan tidak hanya di kulit, namun juga di otot, sendi, dan organ internal tubuh.

Tips

Untuk mengurangi risiko peradangan yang lebih besar karena sinar matahari, pasien lupus disarankan melakukan tips-tips berikut:

  1. Menghindari terik matahari di siang hari, mulai dari pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore. Intesitas sinar UV dari matahari akan mencapai puncaknya pada waktu tersebut.
  2. Mengenakan pakaian yang menutup seluruh bagian kulit jika memang diharuskan keluar rumah pada siang hari. Cara ini untuk meminimalisir cahaya matahari terkena langsung ke kulit.
  3. Menggunakan topi dengan ukuran tepi yang cukup lebar serta kacamata hitam.
  4. Menggunakan tabir surya yang cocok dengan kulit, sebagai pertahanan lain, untuk menyerap dan memecah sinar UV.
  5. Minum obat sesuai dengan anjuran dokter.

Walaupun begitu, ternyata tidak semua pasien lupus mengalami fotosensitif/sensitive terhadap sinar matahari. Namun, melakukan pencegahan dan mematuhi anjuran dari dokter adalah bentuk pengobatan terbaik bagi para pasien lupus.

This post has already been read 331 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *