Pengalaman Sakit Lupus: Perjalanan Daisy dengan Penyakit Lupus yang Diidapnya

Pengalaman sakit lupus di bawah ini merupakan pengalaman dari Daisy, seorang peneliti freelance berusia 31 tahun. Daisy memang terlihat sangat bahagia dengan hidupnya. Dia memiliki suami dan banyak kerabat yang mencintainya. Ia merupakan seorang yang sangat supel dalam pergaulannya, dia senang menghabiskan waktunya untuk travelling, yoga, reading, walking, camping, cooking, dan lainnya.

Daisy mengaku bahwa untuk menjaga tubuhnya agar tetap fit meskipun terjangkit lupus, adalah latihan gym yang menyenangkan. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa Daisy dulunya memiliki pengalaman sakit lupus yang panjang. Inilah cerita dari Daisy.

Perjalanan Daisy dengan Penyakit Lupus yang Diidapnya

Dahulu aku bukanlah orang yang supel dan bahagia. Aku tahu bahwa lupus bisa membunuhku kapan saja sehingga aku memiliki kemungkinan meninggal yang lebih besar dibandingkan dengan yang lain. Saat mengidap lupus, akhirnya aku menyadari bahwa waktu yang aku miliki hanyalah hari ini. Oleh karenanya, sebisa mungkin meskipun sepertinya mustahil aku tidak akan membuat penyakit ini menang mendominasi kehidupanku. Aku bertekad untuk melawan penyakit itu dan akan berusaha untuk terus melanjutkan hidupku. Memang tidak mudah, banyak kejadian yang membuat penyakit ini membuatku sangat lemah dan sangat sulit ku lawan.

Pengalaman Sakit Lupus: Perjalanan Daisy dengan Penyakit Lupus yang Diidapnya

Sejak kecil hingga beranjak remaja, aku menderita banyak alergi yang berbeda-beda seperti gatal ruam-ruam, bintik-bintik merah yang gatal dan membengkak, bibir membengkak dan nyeri di tulang-tulang buku jari. Aku juga menderita alergi terkena paparan sinar matahari dan tidak dapat memakan makanan yang mengandung pewarna. Semua rasa sakit itu semakin berkembang dan bertambah parah hingga mengganggu studi dan pekerjaanku.

Namun, saat kuliah dan bekerja, meskipun banyak rasa sakit dan kejadian buruk harus aku jalani karena penyakit lupus ini, aku bahagia berada di sekeliling orang-orang terbaik dan luar biasa. Bekerja dan beraktifitas bersama mereka membuatku lupa pada penyakit ini dan menikmati hidupku. Hal itulah yang menjadi semangat terbesar agar aku bisa sukses tidak hanya dalam bekerja tapi juga dalam hubungan sosial.

This post has already been read 890 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *